Rabu, 22 Juni 2016

Untuk, Atika Hanoum Rahasta.

Mungkin ini pertama kalinya aku menulis sesuatu buat kamu. Iya. Mau kutulis aja kalo ngomong aku kaku, tulisan ini nggak manis dan sedikit haru. Tapi ini yang benar-benar ingin aku tulis buat kamu.

Pertama, selamat menambah angka satu, terserah berapapun jadinya angkamu biar aja sekedar angka urusan jiwa cuma kamu yang tau, apalagi dewasa. Kamu yang akan memilih bukan terpaku oleh angka yang menambah setiap tahunnya.

Kedua, terimakasih. Untuk telah datang dan diam. Nggak ding, Atika tidak pernah benar-benar diam kamu adalah salah satu yang datang mau menyalahkan dengan pembenaran. Dan aku selalu percaya satu hal bahwa kamu tidak akan pergi entah bagaimanapun nantinya, semoga saja apa yang kupercayai begitua adanya.

Ketiga, tetaplah jadi Atika. Atika yang seperti Atika, biar aja ucapan diluar sana soal kamu toh dari awal rumor selalu ada tepat dibelakang namamu. Siapa yang nggak ngomongin kamu? Iyakan? Jadi biar aja. Mereka yang menjatuhkan adalah alasan kamu harus berdiri, mereka yang menyanjung adalah jawaban atas usahamu. Tidak ada yang sia-sia. Kamu baik, sangat amat baik dengan caramu. Sudah, itu cukup.

Keempat, berbahagialah. Ini klise memang tapi bener Tik, berbahagialah. Berbahagialah sampai aku nih yang jauh dari kamu ngerasa ikut seneng, sampai nggak ada yang kamu takuti. Sampai bahkan bahagiamu itu kebawa mimpi dan mungkin bikin nggak bisa tidur. Berbahagialah, dan berhenti terluka. Entah untuk alasan apapun dan siapapun. Kamu yang selalu ngajarin aku kuat, selalu disana buat setidaknya negur kalo aku mulai goyah. Jadi tetaplah seperti itu meski akan semakin susah.

Kelima, jangan berubah. Apapun yang telah terjadi semuanya dimataku kamu masih Atika yang sama, dan itu nggak akan aku rubah. Tetap aja jadi Atika yang suka nelpon dijam-jam nggak masuk akal, yang bisa cerita sedih jadi seneng terus marah balik ke awal lagi. Aku masih akan terus nungguin telepon-telepon atau cerita-cerita mu itu, drama-drama yang udah entah kalo difilmkan episodenya nyampe ke seri berapa. Maaf kalo kadang aku nggak bisa jadi yang bisa nyenengin kamu, tapi aku disini Tik nggak pernah kemana-mana nggak usah juga kamu nyari beneran deh aku nggak pernah jauh. Jangan bosan ya sama drama ribet hidup soal aku.

Keenam, Atika. Makasih ya, buat semuanya aku nggak tau harus bilang apa buat semua yang udah kamu lakuin sadar atau nggak sadar buat semua muanya yang bahkan aku nggak tau lagi harus ditulis gimana. Jangan pernah jatuh meski kamu dijatuhkan orang seribu, jangan jadi lupa bahwa ada orang-orang dibelakangmu yang nunggu, jangan jadi angkuh meski kamu nyampe kelangit tujuh. Untuk apapun tetap aja jadi dirimu.


Ketujuh, aku sayang kamu. Sayang dalam artian yang itu, iya. Pingin aku meluk kamu, atau datang bawa kue dan lilin atau bunga atau coklat kesukaanmu atau nyalain kembang api atau apapun itu yang kamu minta sekiranya aku bisa ngasih untuk merayakan hari ini. Hari bahagiamu, tapi aku cuma bisa disini berdoa yang terbaik sebaik-baiknya doa yang kamu minta. Aku nggak bisa nulis yang manis-manis isinya ya gini semua yang mau kuucapin ke kamu, kamu pernah terluka, kecewa atau mungkin hilang arah. Tapi kamu sanggup ngelewatin semuanya, dan berdiri disana jadi bukti bahwa aku pun mungkin bisa. Jadi, izinkan aku belajar banyak dari kamu. 

0 komentar:

Posting Komentar