Dibandingkan dengan remaja seumuranku diluar sana yang sering update status “homesick” mungkin aku 1 diantara 10 yang kurang ber”homesick” ria.
Aku kadang berpikir haruskah aku ngikutin orang-orang karena nyatanya hal semacam itu tak berlaku buatku.
Tapi….di tahun ini, ya saat aku berkepala dua kini.
That homesick thing terus meneurs muncul, hampir sepersekian persen dalam seminggu aku rindu teramat rindu, rumah dan segala isinya. Padahal kondisi untuk pulang sangat amat susah selain kuliah banyak acara ekstern kampus yang menghambat jalan pulang.
Aku berpikir dan terus berpikir apa sebenernya yang mendasari homesick ini tiba-tiba menyerang, dan sedikit menyebalkan. karena benar-benar mudah menghancurkan mood padahal aku tipe perempuan moody nomor wahid.
Lama.
Sekali.
Sampai aku sadar.
Seringkali aku berkata “obat terbaik untuk menyembuhkan ialah kembali pulang”
Dan itu selalu benar. That works for me. Dan mungkin secara tidak sadar banyak hal yang membuatku “patah”
Sampai-sampai aku (((selalu))) rindu pulang.

0 komentar:
Posting Komentar