Senin, 07 Maret 2016

Mungkin ini lucu.

Mau tahu apa yang lucu? Takdir. Ya atau tidak, memang kadang selucu itu.
Seperti saat suatu siang kamu berdoa agar laki-laki di shaf depan menjadi imam sholat sepanjang hidupmu. Selucu itu kamu meminta pada Tuhan untuk mengabulkan doa sederhana. Itu tidak sederhana, menginginkan orang yang sempurna dengan segala kurangmu? Tidak tahu diri.

Atau saat hujan turun sementara jadwal kuliah menunggumu, kamu berdoa agar hujan berhenti. Tapi apakah seketika doamu dijawab? Tidak. 
Tuhan menginginkan usahamu. Begitulah janjinya. Mungkin dibiarkannya hujan agar kamu sabar serta lain hal.

Dan mungkin, ini salah satu skenario lucu diantara yang lucu lainnya. Disaat kamu berharap orang yang datang dengan segala hal dalam dirinya seperti yang kamu mau nyatanya Tuhan mendatangkan seseorang yang tak pernah terpikir. Anggaplah dia "seorang teman dari masa lalu".
Dengan sangat tidak sopan dia mendadak muncul llau hilang sekejap. Tak bersisa tanpa tanda tak berbekas. Semua pagar yang kamu bangun dirobohkan dalam hitungan detik, dia merusak tanpa memperbaiki. 

Lalu mau marah? Pada siapa? Takdir? atau kebodohanmu? Bah! sia-sia. Coba berpikirlah sedikit, bukankah ini agak lucu? betapa akhirnya kamu jatuh padahal bukan dia alasanmu menuju. Dan pada akhirnya kamu merengkuh wajahnya dalam sendu, menyebut namanya dengan rindu. Pada akhirnya hal-hal lucu yang terjadi dan kamu mengimbanginya. Tidak menolak bukan, malah menikmati?

Ini bukan salahmu, atau salahnya atau salah siapapun. Bukan. Ini hanya sepenggal kisah lucu yang mampir diantara hidupmu yang kaku. Sadarilah kamu terlalu naif bahkan egois. Berhenti berpikir seidealis itu. Ya. Kamu tahu apa itu luka dan bagaimana merawatnya. Semua yang terjadi hanyalah kisah yang mampir agar hidupmu lebih bahagia penuh haru dan sedikit lucu. Jangan mengelak ini terdengar sangat lucu, suatu hari nanti kamu akan menganggapnya begitu percayalah padaku.


0 komentar:

Posting Komentar