Teruntuk seorang yang datang hari itu,
Hai kamu, yang pernah mengiyakan sayang dan mengeja namaku
dengan lucu menatapku dengan senyum hingga sudut mata itu, aku lelah mengingat
semua kumohon segera menjauh.
Kepada kamu, yang pernah menulis dongeng berisi asa di meja
sebelahkanan itu aku ingin membuangnya jauh sejauh aku mampu.
Dan terakhir, untuk kamu yang sedang bersama mungkin bahagia
dengan entah perempuan brengsek darimana itu terlukalah demi aku.
dariku,
Perempuan disebelah kirimu, dulu.

0 komentar:
Posting Komentar