Senin, 29 Februari 2016

Teruntuk kamu.

Teruntuk seorang yang datang hari itu,
Hai kamu, yang pernah mengiyakan sayang dan mengeja namaku dengan lucu menatapku dengan senyum hingga sudut mata itu, aku lelah mengingat semua kumohon segera menjauh.
Kepada kamu, yang pernah menulis dongeng berisi asa di meja sebelahkanan itu aku ingin membuangnya jauh sejauh aku mampu.
Dan terakhir, untuk kamu yang sedang bersama mungkin bahagia dengan entah perempuan brengsek darimana itu terlukalah demi aku.


dariku,
Perempuan disebelah kirimu, dulu. 

0 komentar:

Posting Komentar