Rabu, 04 November 2015

Yang datang lagi, luka.

Aku mendengar sebuah kabar di kala senja sebelum malam
1 menit, 2 menit, 3 menit...
Kepalaku meriah buncah bahagia bergabung dengan riuh angin
Kabar yang pernah lama kunanti kini datang lagi
Kuharap itu cinta; yang sering disebut orang diluar sana
Yang sedang diramaikan dalam bait tulisan dewasa yang pernah kurasa meski dalam jeda
Dia datang. Cepat tanpa aba atau sapaan salam
Berbungkus rapi warna jingga namun senyumku berubah masam
Ternyata, yang datang lagi sebuah luka.
Benarkah untukku? 
Mengapa datang lagi?
Apa tidak bosan denganku?
Percuma yang kamu bawa tak cukup meruntuhkanku, sungguh.
Berhentilah mendatangiku luka biarkan jalanmu menujuku digantikan cinta,

1 komentar:

nadya mengatakan...

Semoga :)

Posting Komentar